March. 14, 2001 18:09:36 WIB
BEM Aniaya dan Culik Aktivis Forkot
Reporter/Penulis: Herry, Baehaqi, Vitrianda H
JAKARTA, Mandiri - Massa mahasiswa BEM dikabarkan menculik tiga aktivis mahasiswa dari elemen Forum Kota (Forkot). Bahkan salah seorang yang diculik, Leon (24) mahasiswa UKI selain diculik juga dipukuli. Akibat tindakan biadab ini, kondisi korban sangat memprihatinkan. Mata sebelah kanannya hancur dan terancam mengalami kebutaan, bibirnya hancur berdarah. Orang tua korban yang sedang menjenguk terlihat menangis.
Demikian diungkapkan Ketua Forkot Adrian Napitupulu ketika dihubungi per telepon, Rabu (14/3) malam ini. Menurut Adrian, Leon `diambil` massa mahasiswa BEM ketika sedang makan di depan kampusnya UKI Salemba. Mendadak sekitar 10 hingga 15 massa mahasiswa BEM UI meneriaki Leon provokator...provokator dan menangkapnya. Sekelompok anak-anak BEM itu langsung membawa Leon ke Posko BEM UI di Kampus UI, Salemba nomor 4. Disana kembali Leon dipukuli dan ditendangi hingga mengalami luka-luka serius.
Sementara versi Humas BEM UI Ita, Leon `diamankan` saat keluar dari RSCM. Ada beberapa mahasiswa dari BEM yang mengenali Leon sebagai aktivis Forkot. Melihat Leon berjalan sendirian, lantas anak-anak BEM membawanya dan dibawa ke markas BEM UI. Ketika melanjutkan perjalanannya, di sebelah kampus UI Salemba, massa mahasiswa BEM berpapasan lagi dengan dua aktivis Forkot yang juga sedang asyik berjalan. Dua orang inipun digaruk anak BEM.
"Saat ini kami sedang mencari ketiga teman kami yang dibawa anak BEM, kami menduga ketiga teman kami itu disekap di sekitar Megaria," ujar Adrian, yang juga mahasiswa. Peristiwa penculikan dan penganaiyaan dilakukan saat massa mahasiswa BEM UI pulang dari DPR ke kampusnya UI, Salemba. Kronologis kejadian selengkapnya s.b.b, sekitar pukul 14:30 WIB, perjalanan massa BEM UI sudah sampai di sekitar Megaria. Ketika massa BEM melintas kantor LBH, mereka melempari kantor LBH. "Mereka juga menyerang para mahasiswa UBK," kata Adrian.
Sampai depan kampus UKI Salemba, menurut keterangan Adrian massa BEM UI juga melempari kampus UKI. Namun penjaga kampus langsung menutup pintu gerbang kampus UKI, agar tidak terjadi penjarahan dan perusakan. Sebab, rombongan massa BEM UI banyak yang membawa bambu dan rotan sebagai `senjata`.
Ketika melintasi depan kampus IAI, massa mahasiswa BEM UI juga melakukan pelemparan dan meneriaki mahasiswa yang berada di kampus IAI sebagai antek-antek komunis. "Komunis...hancurkan..komunis," demikian teriak massa BEM UI dengan yel-yel.
Ketika berada di depan RSCM, massa BEM menemukan Leon sedan makan. Kemudian ada 10 sampai 15 orang aktivis BEM UI dengan menggunakan kayu dan rotan menarik mahasiswa yang bernama Leon dan menuduh Leon provokator. Leon ditarik ke Posko BEM dan diambil KTP, dompet, handphone-nya.
Ketika ditanya kenapa Leon bisa menuding penganaiyaan dan penculikan itu dilakukan massa BEM UI, mahasiswa UKI angkatan 2000 mengaku sebelum Dirinya jatuh pingsan dia sempat mendengar bahwa beberapa orang yang menganaiya dirinya mengatakan, "Gua ini anak BEM".
Dan Leon melihat para pelaku penganaiyaan ini memakai jaket almamater UI. Kondisi korban, mata sebelah kanannya hancur dan terancam mengalami kebutaan, bibirnya hancur berdarah. Orang tua korban yang sedang menjenguk terlihat menangis.
Menurut Adrian, untuk mengecek keberadaan teman seperjuangan itu, rekan-rekannya sesama aktivis Forkot kini sedang melakukan konfirmasi ke semua sektor terutama dimarkasnya BEM UI, kampus Salemba. Kebetulan massa mahasiswa BEM UI memang memiliki posko disana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar