Sepekan Adian Napitupulu Mogok Makan
Tuesday, 08 January 2008 Jakarta | Surya Online –
Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis (Pena) '98 Adian Napitupulu yang mogok makan sepekan ini, kondisinya memburuk. Tetapi ia akan terus mogok makan hingga batas waktu yang tidak ditetapkan.
Adian mogok makan karena kecewa pada jalannya reformasi yang diperjuangkan mahasiswa 10 tahun lalu. "Aksi ini untuk mengingatkan bahwa reformasi tidak berhasil," kata Ketua Divisi Jaringan Pena 98 Mustar Bonaventura di kantor KOTA Law Office, Tebet, Jakarta, Selasa (8/1). Adian beraksi di depan kantor itu.
Menurut Mustar, tindakan Adian untuk menarik perhatian masyarakat dalam rangka terbentuknya konsolidasi antara para aktivis reformis yang tercerai berai sejak 1998. "Ini aksi awal, puncaknya kami akan aksi bulan Mei," kata Mustar. Mei dipilih karena pada bulan itu 10 tahun silam, gerakan mahasiswa berhasil memaksa Soeharto mundur dari kursi kepresidenan. Saat itu, Adian termasuk pemimpin mahasiswa yang terkemuka lewat organisasi Forum Kota (Forkot).
Aktivis yang kini kemana-mana bermobil itu terlihat hanya bisa tiduran, tidak dapat bercakap. Namun dalam pernyataan tertulisnya 2 Januari lalu, Adian merinci tujuh tahap kegagalan reformasi 1998.
Menurutnya, kegagalan bermula dari gagalnya pendudukan Istana Negara tanggal 20 Mei 1998, Deklarasi Ciganjur 10 November 1998 yang hanya menjadi ruang kompromi elite politik, Sidang Istimewa MPR tahun 1998, Pemilihan Umum 1999, Sidang Umum MPR 1999, Sidang Istimewa MPR 1 Agustus 2001 dan pemilihan umum 2004.
"Supremasi sipil tetap menjadi mimpi bagi seluruh pejuang demokrasi. Cepat atau lambat tetapi pasti, satu per satu ruang kebebasan itu akan kembali dirampas untuk stabilitas kekuasaan, stabilitas kekayaan, stabilitas kenikmatan, persis sama ketika 33 tahun Soeharto dan Orde Barunya berkuasa," kata Adian dalam pernyataan sikapnya.
Ia berharap aksi mogok makannya itu dapat menarik perhatian para aktivis reformis lainnya yang akan menggalang kekuatan untuk melakukan aksi menuntut terjadinya "Reformasi Jilid 2". ant/yul



Tidak ada komentar:
Posting Komentar